Budidaya Kelapa Sawit Dengan Produk NASA

Kelapa sawit atau dalam bahasa latin disebut Elaeis merupakan tumbuhan penghasil minyak sayur. Banyak hutan di Indonesia seperti di pulau Kalimantan dan pulau Sumatera dikonversi menjadi perkebunan sawit sehingga menjadikan Indonesia sebagai penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

Pohon kelapa sawit memiliki tinggi mencapai 24 meter. Sama seperti pohon palma lainnya, kelapa sawit memiliki akar serabut dan memiliki bentuk daun pelepah, menyirip dan bersusun, Hingga umur 12 tahun, pohon sawit akan terus berganti pelepah sehingga batangnya mirip dengan batang kelapa.

Buah kelapa sawit memiliki bentuk yang bergerombol dan terdapat pada tiap-tiap pelepah pohon sawit. Buah inilah yang menjadi sumber penghasil minyak. Semakin matang buah, maka kandungan minyaknya juga semakin bertambah. Buah yang sudah matang akan rontok sendiri karena meningkatnya kandungan FFA atau free fatty acid (asam lemak bebas).

Budidaya kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) menghasilkan keuntungan yang besar, baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi di daerah Aceh, pantai timur Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

1. Syarat Pertumbuhan Kelapa Sawit

  • Iklim Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari.
  • Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm.
  • Temperatur optimal 24-280C.
  • Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 meter dpl.
  • Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.
  • Media Tanam Tanah yang baik mengandung banyak lempung, beraerasi baik dan subur.
  • Berdrainase baik, permukaan air tanah cukup dalam, solum cukup dalam (80 cm), pH tanah 4-6, dan tanah tidak berbatu.
  • Tanah Latosol, Ultisol dan Aluvial, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit.

2. Pedoman Teknis Budidaya Kelapa Sawit

Pembibitan  Kalapa Sawit.

Penyemaian Kecambah dimasukkan polibag 12×23 atau 15×23 cm berisi 1,5-2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Kecambah ditanam sedalam 2 cm. Tanah di polibag harus selalu lembab. Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan.

Bibit Kelapa Sawit

Dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40×50 cm setebal 0,11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0,5 tutup per liter air. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90×90 cm.

Perawatan Bibit Kelapa Sawit

Dilakukan dengan Penyiraman yang dilakukan dua kali sehari. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan  gulma. Bibit tidak normal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan.

Pemupukan Bibit Kelapa Sawit

Pemupukan sebaiknya dilakukan pada saat pembibitan, berikut prosedurnya:

A. Pupuk Makro 15-15-6-4

  • Minggu ke 2 & 3 (2 gram)
  • Minggu ke 4 & 5 (4gr)
  • Minggu ke 6 & 8 (6gr)
  • Minggu ke 10 & 12 (8gr) 12-12-17-2
  • Mingu ke 14, 15, 16 & 20 (8 gr)
  • Minggu ke 22, 24, 26 & 28 (12gr)
  • Minggu ke 30, 32, 34 & 36 (17gr)
  • Minggu ke 38 & 40 (20gr) 12-12-17-2
  • Minggu ke 19 & 21 (4gr)
  • Minggu ke 23 & 25 (6gr)
  • Minggu ke 27, 29 & 31 (8gr)

B. POC NASA

  • Mulai minggu ke 1-40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali)
  • Catatan : Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPERNASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit. 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 4 liter/4000 ml air dijadikan larutan induk.
  • Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman.

3. Teknis Penanaman

Penanaman Kelapa Sawit

Penanaman dimulai dengan  Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam yang dilakukan  beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50×40 cm sedalam 40 cm. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. Jarak 9x9x9 m. Areal berbukit, dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi lereng.

Cara Penanaman Bibit Kelapa Sawit

Penanaman dilakukan pada awal musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur. Sehari sebelum tanam, siram bibit pada polibag. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman.

Segera ditimbun dengan galian tanah atas. Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPERNASA.

Cara Penggunaan SUPERNASA

1 botol SUPERNASA diencerkan  dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.

4. Pemeliharaan Tanaman

Selama Budidaya Kelapa Sawit, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

Penyulaman dan Penjarangan

Tanaman yang mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan. Populasi 1 hektar + 135 sampai 145 pohon kelapa sawit agar tidak ada persaingan sinar matahari.

Penyiangan

Tanah di sekitar pohon harus bersih dari tanaman pengganggu (gulma).

Pemupukan

Untuk pemupukan kelapa sawit harus dilakukan sesuai dengan prosedur dibawah ini:

  • Pupuk Makro Urea, dari bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 dan 36. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dan seterusnya; 225 kg/ha 1000 kg/ha
  • Pupuk TSP, dari bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 dan 36. Bulan ke 48 & 60; 115 kg/ha 750 kg/ha
  • MOP/KCl, dari bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 dan 36. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dan seterusnya; 200 kg/ha 1200 kg/ha
  • Kieserite, dari bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 dan 36 Bulan ke 42, 48, 54, 60 dan seterusnya; 75 kg/ha 600 kg/ha
  • Borax Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 dan 36 Bulan ke 42, 48, 54, 60 dan seterusnya; 20 kg/ha 40 kg/ha
  • Ada baiknya jika pemberian pupuk pertama dilakukan pada awal musim hujan (September – Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret- April).
  • POC NASA diberikan mulai awal tanam : 0-36 bln 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang, setiap 4 – 5 bulan sekali . Untuk >36 bln dosisnya 3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang, setiap 3 – 4 bulan sekali.
  • Untuk kelapa sawit yang telah produksi dari awal namun tidak memakai POC NASA, maka dosisnya adalah
  • Tahap 1 : jalankan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln dengan Dosis 3-4 tutup/ pohon
    Tahap 2 : lakukan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis 3-4 tutup botol/ pohon Catatan: lebih baik pemberian dipadukan/ditambah dengan SUPERNASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman.

Sekilas Tentang POWER NUTRITION

Untuk tanaman yang sudah produksi atau berbuah gunakan POWER NUTRITION agar produksi pembuahan semakin meningkat. Pupuk organik POWER NUTRITION adalah pupuk yang diformulasikan secara khusus untuk merangsang pertumbuhan bunga dan meningkatkan pembuahan agar lebih optimal.

POWER NUTRITION terbuat dari beragam bahan organik alami yang diolah khusus beserta kandungan unsur hara esensial. Yang mana unsur ini sangat diperlukan oleh tanaman dalam meningkatkan produktifitas buah.

Cara pemakaian

Ambilah POWER NUTRITION sebanyak 3 sendok makan. Kemudian larutkan ke dalam air dan campurkan 1/2 tutupAERO 810 agar memperlancar peresapan nutrisi pada akar.

Lanjutkan dengan menyiramnya di sekeliling perakaran tanaman. Aplikasikan pemupukan ini tiap 3 bulan sekali agar hasil yang didapat optimal.

Pemangkasan Daun

Terdapat tiga jenis pemangkasan daun yaitu pemangkasan pasir, pemangkasan produksi dan pemangkasan pemeliharaan.

  • Pemangkasan pasir berarti membuang daun kering dan buah pertama atau buah busuk saat tanaman berumur 16-20 bulan.
  • Pemangkasan produksi yakni memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan.
  • Pemangkasan pemeliharaan adalah membuang daun-daun songgo dua secara rutin, sehingga pokok tanaman hanya terdiri dari 28-54 helai saja.
  • Lain halnya dengan kastrasi bunga yang artinya memotong bunga-bunga jantan dan betina pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.

Penyerbukan buatan guna mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah, dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga.

Penyerbukan oleh manusia. Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan).

Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka, warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir.

Cara penyerbukan: 1. Bak seludang bunga. 2. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium, semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer.

Penyerbukan oleh Serangga. Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Serangga dibebaskan saat bunga betina sedang represif.

Kelebihan cara ini yaitu tandan buah terlihat lebih besar, bentuk buah lebih bagus dan sempurna, produksi minyak lebih besar 15% serta produksi minyak inti naik hingga 30%.

 

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN KELAPA SAWIT

Pupuk Sawit

1. Hama Tungau

  • Penyebab: tungau merah (Oligonychus).
  • Bagian diserang : daun.
  • Gejala : daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz.
  • Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.

2. Ulat Setora

  • Penyebab: Setora nitens.
  • Bagian yang diserang : daun.
  • Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja.
  • Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona.

3. Penyakit Root Blast

  • Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp.
  • Bagian diserang : akar.
  • Gejala: bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar.
  • Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan.
  • Pencegahan: lakukan dengan pengunaan Natural GLIO.

4.Garis Kuning

  • Penyebab : Fusarium oxysporum.
  • Bagian diserang : daun.
  • Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering.
  • Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal.

5. Dry Basal Rot

  • Penyebab: Ceratocyctis paradoxa.
  • Bagian diserang batang.
  • Gejala: pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering; daun muda mati dan kering.
  • Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit.

Catatan :

Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan.

Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .

PANEN

Tanaman kelapa sawit  memiliki umur panen mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan atau setelah penyerbukan.

Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen.

Ciri tandan matang panen yaitu sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan, dengan berat kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *